Translat Bahasa Sunda

Translat Bahasa Sunda Free Kamus Bahasa Sunda Online



















31 Okt 2010

Muslihat Kerbau

Prok prok prok! Seluruh penghuni hutan yang hadir bertepuk tangan ketika Raja Umba Singa ingin mengangkat seorang penasehat yang cerdik. Ialalu mengadakan sayembara. Siapa yang menang berhak mendapatkan kedudukan itu. Tentu saja peminat sayembara itu banyak, tak ketinggalan Obi Kerbau dan Ucil Kancil.

Pada akhirnya, Ucil Kancil-lah yang keluar menjadi juara. Ia mengalahkan peserta lain termasuk Obi Kerbau.
"Ucil Kancil yang cerdik, kemarilah mendekat", ujar raja.
"Hambaku baginda...", Ucil Kancil melangkah menuju singgasana Raja.
"Mantel ini sebagai tanda gelar kehormatan dariku. Mulai saat ini kau kunobatkan menjadi penasehat kerajaan ini," kata raja.
"Terimakasih Baginda," Ucil Kancil membungkuk hormat pada sang Raja.

Maka sejak saat itu, resmilah Ucil Kancil menjadi penasehat kerajaan. Seluruh penghuni hutan menyambutnya, kecuali Obi Kerbau yang merasa iri pada Ucil Kancil. Obi menganggap dirinya yang pantas mendapatkan kedudukan itu. Sebab tubuhnya lebih besar dan kuat dibanding Ucil Kancil.
"Huh, hewan kecil itu membuatku terhina,"
sungut Obi Kerbau. "Tunggu saja balasanku!" geramnya.
Obi Kerbau mencari akal untuk membalas sakit hatinya pada Ucil Kancil.
"Ah...., aku tahu," serunya terlonjak kegirangan. "Hanya nenek sihir itu yang dapat membantuku," gumamnya.

Obi lalu pergi ke rumah penyihir tua di lembah kegelapan. Sesampainya di sana, Obi menceritakan maksud kedatanganya kepada si nenek sihir.
"Nenek, saya mohon bantuan nenek untuk membalas sakit hati saya itu," Ujar Obi ketika mengakhiri ceritanya.
"Hihihihi, kerbau yang malang! Baiklah, aku akan menolongmu," sahut si nenek sihir lalu melangkah menuju kamarnya. Tak lama kemudian ia keluar lagi membawa dua botol kecil.
"Bawalah ramuan ajaibku. Teteskan ramuan ajaib dalam botol biru ini pada minuman yang akan disuguhkan pada Ucil Kancil. Dan yang berwarna merah ini untuk mu," kata nenek sihir sambail menyerahkan kedua botol itu pada Obi Kerbau. "Tapi ingat! Cukup tiga tetes," lanjutnya.
"Terimakasih, Nek....,"jawab Obi Kerbau lalu mohon diri.

Dengan gembira Obi Kerbau pulang kerumahnya. Namun ditengah jalan hujan lebat turun. Tak ada tempat untuk berteduh, karena saat itu berada di tengah padang rumput luas. Akhirnya, dengan badan bash kuyup, Obi Kerbau melanjutkan perjalanannya.

Setibanya di rumah, Obi Kerbau menyimpan kedua botol berisi ramuan ajaib itu ditempat yang tersembunyai. Obi tidak sadar kalau warna kedua botol itu sudah berubah. yang biru berbah warna menjadi merah, dan yang merah menjadi biru.

Keesokan harinya, Obi pergi ke rumah Ucil Kancil untuk melaksanakan rencana jahatnya. Setibanya disana Obi berkata, "Tuan Penasihat Kerajaan, hamba datang untuk mengundang Tuan pada pesta ulang tahun hamba nanti malam."
"Tentu saja aku akan datang Obi Kerbau," jawab Ucil Kancil.

Malam hari pun tiba. Ucil Kancil datang kerumah Obi Kerbau.
"Selamat datang Tuanku," sambut Obi pura-pura gembira.
"Ah, dimana unddangan yang lainya....? tanya Ucil Kancil heran.
"Maaf Tuanku, mereka semua belum datang. Tuankulah yang pertama hadir disini," jawab Obi. "Sambil menunggu undangan yang lain, silahkan tuan mencicipi makanan dan minuman yang telah hamba siapkan ini," lanjut Obi.

Ucil Kancil melangkah masuk kerumah Obi Kerbau.
Obi Kerbau masuk kedapur untuk mengambil dua gelas minuman. Tak lupa ia menuang ramuan ajaib pemberian nenek sihir itu. Yang merah di gelasnya, dan yang biru di gelas Ucil Kancil," rasakan pembalasanku, kancil bodoh...,"gumamnya licik.

Tanpa curiga Ucil Kancil menerima gelas minuman dari Obi Kerbau. Minuman itu harum dan mengundang selera. Ucil Kancil meminum minumanya, dan Obi Kerbau meminum minumanya sendiri.

Setelah meminum minuman itu, Ucil Kancil merasa tubuhnya lebih sega. Pikiran dan perasaanyapun kian tajam. Lain halnya dengan Obi Kerbau. Setelah meminumnya, kepalanya terus pusing dan lidahnya kaku.
"Wahai Obi Kerbau, minuman apa ini?Nikmat sekali rasanya," seru Ucil Kancil.
"Moo oooe...," jawab obi kerbau. Ia ingin mengatakan sesuatu, tapi karena lidahnya kaku, yang keluar hanya suara lenguhan.
"Eh, ada apa dengamu, Obi?" Ucil Kancil heran.

Obi tidak menjawab karena malu, ia cepat-cepat pergi.
Kejahatan Obi Kerbau akhirnya terbongkar. Nenek sihir itu bercerita pada Ucil Kancil tentang permintaan Obi Kerbau.
"Kasihan Obi Kerbau. Ia termakan kejahatan sendiri," gumam Kancil.

Sementara itu, Obi kerbau terus berjalan. Akhirnya seorang petani menemukannya dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Petani itu lalu merawat Obi Kerbau hingga dia sehat kembali. Obi Kerbau menyesali perbuatannya. Tapi sesal kemudian tiada gunanya.

Sejak saat itu, Obi Kerbau marah sekali setiap melihat kain merah. Karena ramuan yang berwarna merah-lah yang membuatnya jadi seperti itu. Hingga saat ini kerbau akan marah bila melihat kain berwarna merah. Mereka menganggap itulah penyebab kebodohan mereka.

Posting Komentar

Entri Populer

About Me

Foto Saya
Husen
Cikarang Timur, Jawa Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku